1. 1.
Kosa kata bahasa asing masuk kedalam
penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam
interaksi antar bahasa.
Pro
Saya
setuju bahwa kosa kata bahasa asing masuk kedalam penggunaan bahasa Indonesia
karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antar bahasa. Bahasa
Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa
daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia
membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan
bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan
kosa kata asing yang kemudian dibakukan menjadi bahasa Indonesia . Hal tersebut
membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan
bukti bahwa bahasa Indonesia sulit untuk berinteraksi antar bahasa tanpa
bantuan kosa kata asing. Dengan masuknya kosa kata bahasa asing kedalam bahasa
Indonesia semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses
transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Bahasa Indonesia tidak berdaya
untuk berinteraksi antar bahasa dapat kita lihat pada penggunaan kata vitamin,
yang diserap dari kosa kata bahasa asing yang jika dijelaskan dengan bahasa
Indonesia belum tentu para pelaku bahasa mengerti . Namun dengan adanya kosa
kata serapan dari bahasa asing hal tersebut mempermudah kita dalam pelafalan,
pemahaman sekaligus menjadikan interaksi antar bahasa menjadi lebih mudah.
Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa
Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antar bahasa.
Banyak kosa kata serapan dari bahasa asing sehingga peran bahasa Indonesia
masih diragukan. Banyak orang yang lebih familiar dengan kosa kata serapan dari
bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Sehingga saya tetap setuju
bahwa kosa kata bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia membuktikan
ketidakberdayaan bahsa Indonesia dalan interaksi antar bahasa.
Kontra
Saya
tidak setuju jika kosa kata bahasa asing yang masuk kedalam penggunaan bahasa
Indonesia disebabkan karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi
antar bahasa. Kosa kata bahasa asing masuk kedalam bahasa Indonesia hanya
digunakan sebagai persamaan kata yang bagi sebagian orang lebih mudah difahami.
Namun pada intinya dalam bahasa Indonesia itu sendiri, telah ada kosa kata yang
berkaitan dengan kosa kata asing tersebut. Misalnya kata snack yang lebih
sering kita dengar dikalangan masyarakat. Dalam bahasa Indonesia snack berarti
makanan ringan. Sehingga masuknya kosa kata asing hanya sebagai variasi kata
bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu untuk berinteraksi antar bahasa
karena memiliki banyak variasi kosa kata. Kosa kata bahasa asing hanya
digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun bahasa
Indonesia dimengerti dan digunakan
dihampir semua kalangan. Itu artinya meskipun banyak kosa kata bahasa asing
yang masuk kedalam bahasa Indonesia, eksistensi dari bahasa Indonesia lebih
tinggi dibandingkan dengan kosa kata bahasa asing yang telah dibakukan maupun
yang belum dibakukan kedalam bahasa Indonesia. bahasa Indonesia mampu
berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosa kata bahasa asing dan
masuknya kosa kata bahasa asing bukan disebabkan karena ketidakberdayaan bahasa
Indonesia dalam interaksi antar bahasa namun lebih kepada masyarakat yang ingin
selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosa
kata bahasa asing. Sehingga saya tetap tidak setuju jika kosa kata bahasa asing
yang masuk kedalam penggunaan bahasa asing menunjukkan ketidakberdayaan bahasa
Indonesia dalam interaksi antar bahasa.
Netral
Saya sebagai pihak
netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antar bahasa
dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia seimbang dengan kosa
kata bahasa asing. Apabila sesorang menggunakan bahasa asing yang telah
dibakukan seperti pada kata atom, vitamin, unit dsb., tentunya ini bukan
merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa
Indonesia. Akan tetapi, apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa
asing yang belum dibakukan, ini menjadi suatu ancaman terhadap bahasa kita
tercinta ini. penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia
tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif karena terselip hal positif,
yakni dapat mempermudah kegiatan berkomunikasi, khususnya dalam tuturan yang di
dalamnya terdapat bahasa asing yang terasa lebih akrab di telinga dibandingkan
dengan padanan bahasa Indonesianya.
Namun, diharapkan adanya
sosialisasi terhadap padanan bahasa Indonesia secara intensif agar identitas
kosakata pada bahasa Indonesia tidak terkikis oleh kosakata dari bahasa asing
sehingga diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa
asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan
bahasa Indonesia sendiri.
2. Penggunaan
bahasa asing dalam tulisan ilmiah mencerminkan kualitas keilmuan penulisnya
Pro
Saya
setuju bahwa penggunaan bahasa asing dalam tulisan ilmiah mencerminkan kualitas
keilmuan penulisnya. Kualitas keilmuan didukung oleh pemakaian bahasa dalam tulisan
ilmiah yang bervariatif. Penggunaan bahasa asing mempunyai sumbangan yang tidak
kecil terhadap kualitas tulisan ilmiah. Orang mampu berbahasa asing pasti
membutuhkan pengorbanan yang luar biasa sehingga dia menjadi orang yang berbeda
dari kebanyakan lainnya. Penggunaan bahasa asing merupakan pemakaian bahasa
yang mencerminkan sifat keilmuan dan menjadi ungkapan yang tepat bagi kerumitan
pemikiran dalam karya ilmiah. Dari pemakaian bahasa asing bukan saja tercermin
sikap ilmiah, melainkan juga kehati-hatian, kecendekiaan, kecermatan, kebijaksanaan,
dan kecerdasan dari penulisnya. Penggunaan bahasa asing yang digunakan dalam
penulisan tulisan ilmiah dapat berfungsi sebagai bahasa yang digunakan untuk
memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya, bahasa asing
dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis
maupun lisan. Kualitas keilmuan seseorang dapat dilihat dari penggunaan bahasa
yang digunakan semakin banyak ilmu yang dimiliki, bahasa yang digunakan pasti
akan berbeda dengan orang yang berpendidikan rendah yang mempunyai sedikit
ilmu. Penggunaan bahasa asing menunjukkan bahwa penulis tulisan ilmiah memiliki
wawasan yang luas tidak terpaku pada bahasa Indonesia saja. Dengan menggunakan
bahasa asing seseorang dapat dikatakan memilki ilmu yang lebih dibandingkan
mereka yang menulis tulisan ilmiah dengan bahasa Indonesia. Kualitas keilmuan
penulis tulisan ilmiah ditentukan baik buruknya berdasarkan tulisan yang dibuat
karena apa yang ditulis merupakan cerminan dari kualitas ilmu yang dimiliki.
Jadi saya tetap setuju bahwa penggunaan bahasa asing dalam tulisan ilmiah
menrupakan cerminan
Kontra
Saya tidak
setuju jika penggunaan bahasa asing dalam tulisan ilmiah mencerminkan kualitas
keilmuan penulisnya. Karena belum tentu penggunaan bahasa asing benar-benar
pemikiran murni penulis. Banyak tulisan ilmiah yang mengutip dari berbagai
sumber. Kualitas keilmuan penulis tulisan ilmiah lebih dipengaruhi pada
bagaimana dia menggunakan kalimat-kalimat efektif yang berbobot dimana kalimat
tersebut sesuai dengan materi yang dibahas. Penggunaan bahasa asing dalam
tulisan ilmiah hanya sebagai nilai tambah karena membuat tulisan ilmiah tidak
kaku. Namun tidak dapat menentukan apakah orang tersebut pintar atau bodoh. Karena
kualitas keilmuan seseorang adalah relatif. Masing-masing orang memiliki kecerdasan
dan kemampuan yang berbeda. Ada orang yang pandai pada salah satu bidang
tertentu namun tidak pada bidang yang lainnya, apakah kita dapat menyimpulkan
bahwa orang tersebut bodoh? Tidak, maka dari itu kita harus tahu bahwa kualitas
ilmu seseorang tidak ditentukan oleh satu factor namun ada banyak factor yang
mempengaruhi kualitas keilmuan seseorang. Jadi jika seorang penulis tulisan
ilmiah menggunakan bahasa asing namun kalimat yang digunakan tidak dapat
dimengerti bahkan menjadikan tulisan tersebut menjadi salah karena penempatan
bahasa asing yang tidak sesuai tempat, maka bukan mencerminkan seorang penulis
yang berkualitas justru malah sebaliknya. Penggunaan bahasa asing tidak
mempunyai pengaruh yang besar bagi tulisan ilmiah karena bagaimanapun yang
paling menetukan adalah isi dari keseluruhan tulisan ilmiah. Jadi saya tetap
tidak setuju jika penggunaan bahasa asing dalam tulisan ilmiah merupakan
cerminan kualitas keilmuan penulisnya.
3. Permainan
elektronik menyebabkan anak memiliki kemahiran berbahasa yang rendah
Pro
Saya setuju
bahwa permainan elektronik menyebabkan anak memiliki kemahiran berbahasa yang rendah. Karena anak
cenderung lebih suka bermain. Hal lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah permainan
elektronik ini menyita waktu dan dapat membuat anak kecanduan. jika ini
terjadi, dampak terhadap rendahnya ketrampilan sosial akan semakin besar. Permainan
elektronik juga memungkinkan terjadinya ‘toleransi dosis’, dimana anak
membutuhkan waktu yang lebih lama dari seharusnya. Dimana waktu tersebut bisa dia
gunakan untuk bersosialisasi sehingga mempunyai kemampuan berbahasa yang baik.
Anak akan cenderung berkembang menjadi orang dewasa yang cenderung
individualis, memiliki interpersonal skill yang rendah, dan kurang peka
terhadap orang lain. Hal ini akan mengurangi kesempatannya untuk dapat sukses
dalam kehidupannya kelak. Permainan elektronik yang tidak mendidik juga akan
memberikan efek yang sangat fatal bagi kehidupan anak dimasa mendatang.
Kecenderungan anak menjadi individualis akan semakin mempersempit kesempatannya
untuk bergaul dengan orang sekitar. Kecanduan permainan elektronik juga
menyebabkan anak lupa diri pada dunia sekitar. Karena tidak biasa bergaul maka
anak akan sulit untuk mempunyai kemampuan berbahasa yang baik hal ini
disebabkan mempelajari bahasa membutukan waktu yang lama yang dapat dilatih
dengan membiasakan berbahasa dengan baik mulai sejak dini. Jika dari awal anak
tidak dibekali dengan kemampuan berbahasa yang baik maka pada akhirnya
kemampuan diri untuk bergaul pasti akan sulit. Permainan elektronik seperti
playstation yang hanya mengandalkan
kemampuan kecepatan dan ketelitian tidak akan memberi anak pemahaman tentang
bagaimana berbahasa dengan sesame teman, dengan orang yang lebih tua, sehingga
hal in menyebabkan anak memiliki kemampuan berbahasa yang rendah. Jadi saya
tetap setuju bahwa permainan elktronik menyebabkan anak memiliki kemampuan
berbahasa yang rendah.
Kontra
Saya tidak
setuju jika permainan elektronik menyebabkan anak memiliki kemampuan berbahasa
yang rendah. Karena tidak semua permainan elektronik mempunyai dampak negative
bagi anak. Banyak permainan elektronik yang di desain untuk memenuhi kebutuhan
anak belajar secara modern dan tidak
membosankan sehingga anak tetap dapat bermain namun juga sekaligus belajar.
Banyak Permainan elektronik yang dilengkapi percakapan dan aplikasi yang
menunjang anak lebih peka terhadap situasi. Dari permainan elektronik, anak
belajar mengenal bahasa tidak hanya dari lingkungan sekitar namun juga mendapat
kosa kata lebih bervariasi dari permainan elektronik. Anak lebih mudah memahami
bahasa jika diaplikasikan pada permainan elektronik dibandingkan dengan
mendengarkan pembelajaran dari orang lain. Lingkungan yang tidak baik justru
akan memberi kecenderungan anak berbahasa buruk. Dengan permainan elektronik
bahasa yang disampaikan jauh lebih sistematis dan sopan dibandingkan bahasa
yang digunakan oleh masyarakat yang tidak sepenuhnya memberi dampak positif bagi
anak. Penerapan permainan elektronik yang tepat guna akan menimbulkan dampak
yang sangat baik bagi anak, bukan hanya pandai dalam berbahasa namun juga dalam
mengatasi situasi yang terjadi sehingga menjadikan otak kiri dan kanan berfikir
secara seimbang. Jadi saya tetap tidak setuju jika penggunaan permainan
elektronik menyebabkan anak memiliki kemahiran berbahasa yang rendah.
4. Pidato pejabat Negara Indonesia, baik di dalam negeri
maupun di luar negeri, harus menggunakan bahasa Indonesia.
Pro
Saya setuju jika
pidato pejabat Negara Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri
harus menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan UU 24/2009 yang memuat
berbagai ketentuan yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia, salah satunya
sebagaimana dimuat dalam Pasal 28 yang menyatakan, ”Bahasa Indonesia wajib
digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang
lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri”. Sementara itu, Pasal
32 UU 24/2009 menyatakan, ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum
yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia; (2)
Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di
luar negeri”. Dengan mewajibkan pejabat Negara berpidato dengan bahasa
Indonesia maka akan menimbulkan kecintaan yang mendalam terhadap bahasa
Indonesia. Selain itu penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional
juga sebagai ajang untuk menduniakan bahasa Indonesia di kancah internasional.
Begitu pula jika digunakan untuk berpidato di forum dalam negeri maka akan
mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Pejabat Negara yang menggunakan
bahasa Indonesia dalam berpidato karena telah diatur dalam undang-undang ,hal
ini akan menimbulkan banyak dampak positif bagi perkembangan bahasa Indonesia
itu sendiri. Pejabat Negara akan segan dan belajar bagaimana berpidato dengan
bahasa Indonesia secara baik dan benar. Maka secara tidak langsung mereka
melestarikan bahasa Indonesia yang mulai ditakutkan akan tergerus oleh bahasa
asing. Penggunaan bahasa Indonesia dalam berpidato di forum luar negeri juga
menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mampu bersaing dengan bahasa internasional
lainnya. Begitu pula saat digunakan diforum dalam negeri hal tersebut secara
tidak langsung akan memberi pembelajaran kepada masyarakat akan bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Sehingga menimbulkan kesadaran di masyarakat
akan pentingya melestarikan bahasa kita tercinta yaitu bahasa Indonesia. Jadi
saya tetap setuju jika pidato pejabat Negara Indonesia baik didalam negeri
maupun diluar negeri harus menggunakan bahasa Indonesia.
Kontra
Saya tidak setuju jika pidato pejabat Negara Indonesia
diwajibkan untuk berbahasa Indonesia, baik didalam negeri maupun diluar negeri,
harus menggunakan bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia belum mendunia
layaknya bahasa Inggris yang telah lebih dahulu menjadi bahasa internasional.
Jika bahasa Indonesia digunakan diforum luar negeri maka akan menghabat
penyampaian informasi sehingga komunikasi yang berlangsung menjadi lamban. Jika pidato pejabat Negara dilakukan dalam forum dalam negeri dengan keseluruhan
harus menggunakan bahasa Indonesia maka pejabat Negara harus benar-benar berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Karena akan menjadi masalah yang besar jika
pidato tersebut salah dan didengar oleh seluruh rakyat Indonesia.
thanks =) bermanfaat banget buat lomba debat nanti...
BalasHapusyou're welcome.semoga beruntung
BalasHapusmasih kurang lengkap nih. seharusnya ada segi negatif positifnya dong ;)
BalasHapusterima kasih sarannya.. saya masih dalam proses pembelajaran..mohon bantuannya
BalasHapusmakasih buat informasinya,,, ini sangat membantu
BalasHapusterima ksih,, ini sngt mmbntu & mnjdi bekal lomba
BalasHapusMakasih ya
BalasHapusSoallnya sama lomba yangaku ikuti sekarang
trimakasih yoooo
BalasHapusterima kasih untuk post ini ya kak. bisa membantu untuk bahan lomba debat saya. semoga setiap postingannya bermanfaat bagi siapapun.
BalasHapusTerimakasih untuk post ini. Selalu share yang bermanfaat kak :)
BalasHapusterima kasih :) sangat membantu untuk lomba debat saya.
BalasHapuskesimpulannya mana kak\
BalasHapusBahasa baku dan tidak bakunya mana kak
BalasHapus