Asiditas adalah kemampuan air untuk menetralkan
larutan basa, sedangkan alkalinitas adalah kemampuan air untuk menetralkan
larutan asam. Penyebab asiditas alkalinitas dalam air adalah H+, CO2, HCO3-.
CO3 2-, dan OH-. praktikum yang kami lakukan , bertujuan untuk menentukan asiditas dan alkalinitas dalam sampel air tanah. Prinsip
pengerjaan dalam praktikum ini adalah
asiditas atau alkalinitas dalam air dinetralkan dengan basa NaOH atau
asam HCl menggunakan indikator Phenolftalein atau Metil Orange.
Untuk penentuan besar asiditas dan alkalinitas air
tanah, sampel dicek
terlebih dahulu untuk
mengetahui sampel air yang kita teliti bersifat asiditas atau alkalinitas. Sampel
dalam labu yang ditambahkan phenolftalein tidak berubah warna sedangkan sampel pada labu yang
ditambahkan metil orange
warnanya tetap orange . itu artinya sampel air kami mengandung ion-ion pembentuk
asam (CaCO3 dan CO2). Jadi, sampel yang kita teliti positif asiditas dan
negatif alkalinitas.
Untuk mengetahui besar asiditas air, maka metode yang
digunakan yaitu metode titrasi penetralan dengan menggunakan NaOH 0,05 N, dan PP sebagai indikatornya. Karena
NaOH bersifat higroskopis dan tidak stabil maka harus dilakukan standarisasi
dengan asam oksalat 0,1 N. Setelah distandarisasi, volume yang didapat adalah
18,2 ml. Dan setelah dihitung, molaritas NaOH standar adalah 0,055 N. NaOH
standar digunakan untuk menitrasi 100ml sampel yang telah di tambahkan
indikator phenolftalein. TAT terjadi ketika warna larutan berubah menjadi pink
untuk pertama kalinya. Volume yang di dapat adalah 0,8ml. Karena buret yang kita gunakan
berukuran 50ml, hasil titrasi tidak valid. Paling tidak volume yang digunakan
harus 10% dari volume buret. Maka, kami melakukan pengenceran NaOH menjadi
0,0055 M, dan harus distandarisasi ulang dengan asam oksalat yang telah
diencerkan pula menjadi 0,01 M. Volume standarisasi kedua yang kami dapat
adalah 24,6ml. Volume tersebut digunakan untuk menghitung konsentrasi NaOH standar. Dan didapat
konsentrasinya adalah 0.00406 M. Setelah didapat konsentrasi NaOH standar yang
baru, kami gunakan untuk menitrasi 100ml sampel dengan menggunakan indikator
PP. Hasil volume rata rata yang di dapat adalah 7,9ml setelah melakukan titrasi
duplo. Volume titrasi yang didapat sudah bisa digunakan untuk menghitung besar
asiditas PP air sampel. Setelah dimasukkan rumus, Asiditas PP yang kami peroleh
adalah 1,25048 mg/L sebagai CO2. Reaksi yang terjadi adalah: ( dilandasan tori)
Ada beberapa faktor kesalahan dalam praktikum yang
kami lakukan, diantaranya, setelah kami mendalami materi ternyata ada tahap
yang belum kita lakukan yaitu menitrasi sampel
dengan NaOH dan sampel ditambah menggunakian indikator MO. Dari
kesalahan tersebut, kami tidak dapat mencari asiditas MO dalam sampel air tanah,
sehingga Asiditas MO yang kami dapat adalah 0 mg/L sebagai CaCO3. Faktor kesalahan
lain yang mungkin terjadi ketidak telitian praktikan dalam menentukan TAT dan ketidak telitian praktikan dalam membaca
volume TAT pada buret.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar