Rabu, 25 Februari 2015

pembahasan asidi



Asiditas adalah kemampuan air untuk menetralkan larutan basa, sedangkan alkalinitas adalah kemampuan air untuk menetralkan larutan asam. Penyebab asiditas alkalinitas dalam air adalah H+, CO2, HCO3-. CO3 2-, dan OH-. praktikum yang kami lakukan , bertujuan untuk  menentukan asiditas dan alkalinitas dalam sampel air tanah. Prinsip pengerjaan dalam praktikum ini adalah  asiditas atau alkalinitas dalam air dinetralkan dengan basa NaOH atau asam HCl menggunakan indikator Phenolftalein atau Metil Orange.  
Untuk penentuan besar asiditas dan alkalinitas air tanah,  sampel dicek terlebih dahulu untuk mengetahui sampel air yang kita teliti bersifat asiditas atau alkalinitas. Sampel dalam labu yang ditambahkan phenolftalein tidak berubah warna sedangkan sampel pada labu yang ditambahkan metil orange  warnanya tetap orange . itu artinya sampel air kami mengandung ion-ion pembentuk asam (CaCO3 dan CO2). Jadi, sampel yang kita teliti positif asiditas dan negatif alkalinitas.
Untuk mengetahui besar asiditas air, maka metode yang digunakan yaitu metode titrasi penetralan dengan menggunakan NaOH  0,05 N, dan PP sebagai indikatornya. Karena NaOH bersifat higroskopis dan tidak stabil maka harus dilakukan standarisasi dengan asam oksalat 0,1 N. Setelah distandarisasi, volume yang didapat adalah 18,2 ml. Dan setelah dihitung, molaritas NaOH standar adalah 0,055 N. NaOH standar digunakan untuk menitrasi 100ml sampel yang telah di tambahkan indikator phenolftalein. TAT terjadi ketika warna larutan berubah menjadi pink untuk pertama kalinya. Volume yang di dapat adalah 0,8ml. Karena buret yang kita gunakan berukuran 50ml, hasil titrasi tidak valid. Paling tidak volume yang digunakan harus 10% dari volume buret. Maka, kami melakukan pengenceran NaOH menjadi 0,0055 M, dan harus distandarisasi ulang dengan asam oksalat yang telah diencerkan pula menjadi 0,01 M. Volume standarisasi kedua yang kami dapat adalah 24,6ml. Volume tersebut digunakan untuk menghitung  konsentrasi NaOH standar. Dan didapat konsentrasinya adalah 0.00406 M. Setelah didapat konsentrasi NaOH standar yang baru, kami gunakan untuk menitrasi 100ml sampel dengan menggunakan indikator PP. Hasil volume rata rata yang di dapat adalah 7,9ml setelah melakukan titrasi duplo. Volume titrasi yang didapat sudah bisa digunakan untuk menghitung besar asiditas PP air sampel. Setelah dimasukkan rumus, Asiditas PP yang kami peroleh adalah 1,25048 mg/L sebagai CO2. Reaksi yang terjadi adalah: ( dilandasan tori)
Ada beberapa faktor kesalahan dalam praktikum yang kami lakukan, diantaranya, setelah kami mendalami materi ternyata ada tahap yang belum kita lakukan yaitu menitrasi sampel  dengan NaOH dan sampel ditambah menggunakian indikator MO. Dari kesalahan tersebut, kami tidak dapat mencari asiditas MO dalam sampel air tanah, sehingga Asiditas MO yang kami dapat adalah 0 mg/L sebagai CaCO3. Faktor kesalahan lain yang mungkin terjadi ketidak telitian praktikan dalam menentukan TAT  dan ketidak telitian praktikan dalam membaca volume TAT pada buret.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar